Tantangan Media Cetak Saat Ini

 

cetakBy: Cosmasgatot
 
Media cetak sebagai sebuah media komunikasi massa merupakan media klasik yang tak pernah lekang oleh waktu. Media cetak mempunyai nilai jual tersendiri yang membuatnya mantap di posisinya, meskipun saat ini bermunculan media baru. Secara sederhana, media cetak mempunyai bebrapa kelebihan yang tidak dipunyai media-media lainnya, yakni: dapat dibaca, dimana dan kapan saja; dapat dibaca berulang-ulang;  pengolahan bisa mekanis dan bisa elektris; serta biaya yang butuhkan relatif rendah. Namun demikian, media cetak juga mempunyai kelemahan, antara lain: daya rangsangnya rendah, daya jangkaunya terbatas, dan terbatas dimensinya.

Namun demikian, di tengah kemajuan teknologi komunikasi yang tidak terbendung lagi, media cetak sangat perlu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Saat ini handphone dan e-mail (internet) telah menginvansi teknologi komunikasi konvensional di muka bumi, termasuk Indonesia. Sekitar dua milyar manusia menggunakan mobile phones,  trilyunan email dikirim dalam sehari,   millyaran data diakses dari situs Google setiap hari.

Saat ini, kemajuan telah teknologi telah mendorong manusia bergerak cepat sehingga perlu pemenuhan kebutuhan informasi dengan cepat dan tepat pula. Sekat-sekat yang memisahkan anatar manusia yang satu dengan yang lainnya telah diruntuhkan oleh tehnologi. Konsekuensinya, manusia membutuhkan informasi yang bersifat global, lintas geografis, generasi, dan gender. Informasi haruslah ringkas, padat, informatif, dan bermakna.

Inilah tantangan yang sebenarnya saat ini dihadapi oleh media cetak.  Dalam karakternya yang terbatas (tidak mempunyai efek audio-visual), ia harus mampu menyajikan informasi yang cepat, ringkas, padat. Media cetak harus memanfaatkan betul-betul kemajuan tehnologi komunikasi yang ada saat ini. Maka, penyajian informasi harus dinamis dan  didukung data-data yang bersifat visual-thinking.

Untuk mendukung semua itu, media harus memperkuat diri dengan segala aspek yang mereka punyai. Konvergensi adalah salah satu ide yang patut untuk dikembangkan saat ini. Konvergensi antar media yang dimiliki dalam satu group memungkinkan media tersebut bertahan, berkembang dan memanangi persaingan. Konvergensi memungkinkan sebuah media berubah dari singgle flaform ke multi flatform. Kalau sebelumnya, produk sebuah media hanyalah koran (cetak), maka dengan konvergensi media tersebut dapat menghasilkan produk video, online, dan cetak secara bersamaan. Ada sinergi antara media cetak, audivisual, audio, maupun media online.

Di luar negeri, banyak media yang menyatukan beberapa media mereka ke dalam sebuah newsroom dan hasilnya sangat memuaskan, dimana mereka dapat menjadi “penguasa” di wilayahnya. Konvergensi saat ini bukanlah sebuah angan-angan belaka. Dengan kemauan keras, pasti konvergensi akan menghasilkan sesuatu yang besar. Memang, untuk di Indonesia  masih banyak kendala terutama dari dalam media sendiri, antara lain: Adaptasi terhadap penggunaan teknologi merupakan faktor resistensi yang paling besar, mindset mengenai apa pekerjaan wartawan, dan pola renumerasi belum ada.

Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusianya terlebih dahulu. Segala resistensi itu harus mulai dikikis. Wartawan sebagai ujung tombak pencari informasi harus mendapatkan prioritas utama dalam pemahaman tentang pentingnya konvergensi ini. Harus ada pembinaan wartawan sejak awal. Perlu ada kesadaran dalam diri wartawan akan tugas pokoknya dalam menyediakan informasi yang diperlukan agar orang hidup bebas dan bisa mengatur diri sendiri.Untuk itu produk jurnalisme harus independen, dapat diandalkan, akurat, dan komprehensif

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation